Sabtu, 30 Januari 2010

Peluang Investasi Orang Kota, Peluang Usaha Orang Desa

0 komentar
Banyak peluang usaha yang berserakan di sekitar kita. Cerita tentang limbah jadi harta melimpah sudah banyak kita dengar. Tetapi dari sekian banyak potensi itu tulisan ini akan bicara tentang potensi luar biasa dari kelinci. Jangan dibayangkan kelinci yang dimaksud adalah kelinci kampung yang kurus-kurus dan hidup dipelihara petani secara tradisional, melainkan kelinci jenis impor yang memiliki beragam jenis tubuh; mulai yang kerdil (berbobot 7 ons) hingga kelinci jumbo (berbobot 6-8 Kg).

Sekarang ini di Indonesia sudah banyak ragam jenis kelinci asing yang berkembang. Sebagian untuk piaraan (hobies) sebagian untuk tujuan penghasil daging berkualitas. Saking dahsyatnya potensi usaha kelinci, tak heran kalau kemudian buku ini secara khusus membicarakan perihal Investasi, Bisnis, Marketing dan Pemberdayaan. Buku setebal 188 halaman ditulis secara akurat dan detail tentang seluk beluk usaha kelinci.

Dalam buku ini disebutkan, populasi kelinci dalam setiap dua bulan sekali kelahiran mampu menghasilkan 6-8 ekor. Kelinci umur 1 bulan menghasilkan 1 kg daging berkualitas dibanding daging hewan lain. Daging kelinci memiliki kandungan proteinnya tinggi (25 persen), rendah lemak (4 persen), dan kadar kolesterol daging juga rendah yaitu 1,39 g/kg. Kandungan lemak kelinci hanya 8 persen, sedangkan daging ayam, sapi, domba, dan babi masing-masing 12 persen, 24 persen, 14 persen, dan 21 persen. Kadar kolesterolnya sekitar 164 mg/100 gram daging, sedangkan ayam, sapi, domba, dan babi berkisar 220—250 mg/100 gram daging.

Maka, dengan cukup memelihara dua ekor kelinci betina dan satu ekor kelinci pejantan, sebuah keluarga dengan 5 penghuni sudah lebih cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar gizi. Karena itulah tak heran jika kelinci bisa menjadi solusi untuk melawan gizi buruk bangsa Indonesia.

Potensi daging kelinci dengan harga Rp20.000 per Kg adalah harga ideal. Dengan harga itu kelinci meninggalkan penghasilan jauh dari ternak hewan lain, seperti domba dan sapi karena populasinya yang cepat (2 bulan sekali beranak) dan biaya pakan rendah serta ramah lingkungan. Kalau hendak menegak untung luar biasa hingga mencapai 4 kali lipat dari penghasil pedaging, kita bisa beternak kelinci untuk tujuan hias -hanya saja- memiliki risiko instabilitas pada pemasaran.

Di luar tubuhnya kelinci memiliki sejumlah aset luar biasa, pada bulu dan kotoran (pupuk organik) yang sangat berkualitas untuk menyuburkan tanaman, terutama tanaman sayuran, buah dan tanaman hias.

Marketing dan Investasi

Marketing kelinci tergolong unik karena tantangannya bukanlah persaingan, melainkan pembukaan pasar. Pasar kelinci tidak sulit. Melalui pendekatan yang khas, buku ini membuka mata kita untuk memudahkan meraih peluang pasar. Pasar bisa dibuka di mana saja, dengan mudah dan murah. Trik-trik dagang modern yang manusiawi dijelaskan secara baik dan detail dalam buku ini.

Memang tidak semua orang bisa melakukan ternak kelinci. Solusinya adalah investasi bagi hasil kepada peternak handal. Investasi kelinci bisa dilakukan dengan modal kecil dan besar. Atau jika hendak memakai paradigma pemberdayaan, para investor atau aktivis LSM hanya dengan modal Rp700.000, ternak kelinci bisa dijadikan sarana untuk peningkatan gizi dan pendapatan ekonomi kaum tani. Seandainya kita hendak mengembangkan secara massal, bisa dilakukan kepada para petani di desa. Ini adalah peluang bisnis sekaligus investasi sosial bagi orang kota untuk memajukan perekonomian petani, terutama kaum santri yang memiliki sarana pendukung.

Kandang kelinci bisa dibuat sendiri dari bahan setempat atau barang-barang sisa. Ukuran kandang untuk masing-masing bibit kelinci cukup 70 X 100 cm. Untuk tiap kelompok anak kelinci dari induk cukup 70 X 70 cm. Jelaslah di sini, pekarangan yang diperlukan tidaklah besar.

Kalau sudah demikian potensial mengapa belum banyak yang ternak kelinci?

Buku ini memberikan jawaban, bahwa masyarakat kita sudah jauh dari "ideologi" beternak maupun bertani. Kebanyakan orang sudah bosan menyandang predikat petani/peternak. Kedua, tidak memiliki lahan dan sarana pendukung, seperti pasokan rumput, pengelolaan pakan dan lain sebagainya. Masalah pertama adalah faktor budaya. Ini adalah masalah mentalitas bangsa secara umum di mana kalangan muda kita lebih dengan gaji pragmatis ketimbang menjadi entrepreneur, terutama di bidang peternakan atau pertanian.
Kedua, hanya soal teknis. Sangat bisa diatasi dengan mengenal seluk-beluk ternak kelinci secara mendalam. Membuka mata lebar-lebar atas setiap potensi adalah cara terbaik bagi kita dan orang-orang di sekitar kita untuk meraih kemajuan. Buku ini sangat baik bagi siapa saja, mereka para petani desa, peternak, pelaku agribisnis dan calon investor yang berminat mengembangkan uangnya beranak pinak secepat populasi kelinci.

sumber : okezone.com


Pertumbuhan Ekonomi Meksiko Turun 6,8% di Tahun 2009

0 komentar
Meksiko mencatatkan penyusutan pertumbuhan ekonomi hingga 6,8 persen pada tahun 2009. Hasil tersebut merupakan pencapaian ekonomi terburuk bagi Meksiko dalam 30 tahun terakhir.

Demikian diumumkan oleh Departemen Keuangan Meksiko seperti dilansir dari Associated Press (AP), Sabtu (30/1/2010).

“Penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) tersebut karena pelemahan mata uang hingga 6,2 persen dan krisis utang sejak tahun 1995” ungkap laporan tersebut.

Berdasarkan laporan tersebut, pada kuartal keempat tahun 2009 telah terjadi perbaikan dengan adanya peningkatan sebesar 1,2 persen dibanding dengan kuartal ketiga. Walaupun tingkat output ekonomi tersebut 3 persen lebih rendah dari periode yang sama tahun 2008. Namun, itu adalah kuartal kedua berturut-turut pertumbuhan PDB dimana ekonomi naik 2,9 persen pada kuartal ketiga. Sebelumnya, tercatat penurunan hingga 10,3 persen pada kuartal kedua.

Pemerintah awalnya justru memperkirakan perekonomian Meksiko akan penuh kontraksi tahun 2009 hingga sekira 7 persen. Tahun ini, Departemen Keuangan mengharapkan PDB Meksiko dapat tumbuh sekira 3 persen.

"Evolusi baru-baru ini menunjukkan probabilitas pertumbuhan perekonomian mungkin lebih besar daripada prediksi yang cukup banyak" tambahnya.

Sementara itu, tercatat sebanyak 181.271 orang kehilangan pekerjaan secara resmi yang terdaftar pada tahun 2009 dan sekira 107 juta warga Meksiko bekerja di sektor informal.
sumber : okezone.com

Hino Kantongi Omzet Rp 230 Miliar

0 komentar
PT Hino Motors Sales Indonesia atau HMSI berhasil mengantongi omzet Rp 230 miliar sepanjang 2009. Pendapatan itu diraih dari penjualan suku cadang, dan tahun ini ditargetkan 15,2 persen menyentuh Rp 265 miliar.

Diakui oleh Jusak Kertowidjoyo selaku Vice President Director HMSI bahwa setiap tahun, penjualan suku cadang Hino terus mengalami kenaikan. Performanya berbanding lurus dengan makin banyaknya populasi Hino di pasar otomotif nasional.

"Satu truk biasanya dipakai 10 tahun, jadi spare part merupakan pasar yang pasti. Jumlah populasi Hino makin meningkat setiap tahunnya. Jadi, omzet otomatis terus naik," ujar Jusak di Tangerang, Jumat (29/1/2010).

Dari total distribusi penjualan suku cadang, dominasi masih dipegang komponen fast moving yang terdiri dari 800 jenis barang. Penjualan terbesar masih berasal dari suku cadang produk Hino Ranger. Jumlahnya mencapai sekitar 85 persen, yang masuk ke segmen kategori III.

"Ranger sudah hadir 30 tahun yang lalu, jadi tentu saja mendominasi. Sementara itu, Dutro (kategori II) baru beberapa tahun. Dari seluruh spare part yang dimiliki Hino, 40 persen sudah dari lokal. Sisanya masih impor," papar Jusak.

Demi mencapai target, HMSI berencana menambah jaringan oultet suku cadangnyanya, dari 912 unit menjadi 1.200 unit, yang tersebar di seluruh Indonesia pada tahun ini. Selain itu, jumlah oultet service Hino saat ini yang tercatat 74 unit di Indonesia juga akan ditambah sembilan unit lagi.

"Satu jaringan service baru investasinya beragam. Yang termahal bisa mencapai Rp 20 miliar. Tapi, kalau dirata-rata, sekitar Rp 10 miliar per unit," kata Jusak.


sumber : kompas.com

Jual Keperawanan di Internet Kian Marak

0 komentar
Menjual keperawanan di dunia maya kian menjadi tren di kalangan gadis di seluruh dunia. Cara tersebut dianggap sebagai jalan pintas untuk mendapatkan uang secara mudah dan cepat.

Baru-baru ini seorang gadis berusia 19 tahun asal Selandia baru menawarkan keperawanannya di situs ineed.co.nz. Demikian dilansir Bignewsnetwork, Sabtu (30/1/2010).

Alasan dirinya menjual keperawanan pun masih serupa, untuk membayar biaya pendidikannya di universitas.

'Unigirl' demikian, gadis tersebut menyebut namanya di situs ineed.co.nz. Ia mengklaim bahwa dirinya masih perawan dan tidak pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya. gadis tersebut juga menyatakan bahwa dirinya adalah gadis yang menarik.

"Saya menawarkan keperawanan saya kepada para penawar tertinggi sepanjang saya juga harus mengetahui aspek kesehatan untuk keamanan hidup saya," tulisnya di situs yang berbasis di North Island, hamilton Selandia Baru.

"ini adalah keputusan saya yang telah saya pertimbangkan seluruh kemungkinan konsekuensinya," tulisnya.

Sementara itu, pengelola situs, Ross McKenzie mengatakan, iklan tersebut legal dan tak melanggar kebijakkan situs, tapi pihaknya berjanji akan mendiskusikannya lagi dengan pihak-pihak terkait.

Sebelumnya pada Maret 2009, seorang mahasiswi di California, Amerika Serikat (AS) juga nekat menjual keperawanannya via internet. Selain itu, pada desember 2009 kasus serupa kembali mencuat di Rumania.

Alina Percea (18) salah seorang mahasiswi universitas di Rumania menjual keperawanannya lewat online demi membiayai kuliahnya. Wanita muda ini telah mengiklankan diri di situs www.gesext.de Jerman untuk kencan erotis.


sumber : okezone.com

Kelola Hot Money, Pemerintah Bisa Contoh China-Eropa

0 komentar
JAKARTA – Pemerintah dinilai tidak memiliki strategi yang tepat untuk mengelola aliran dana yang masuk ke dalam negeri untuk menghidupkan sektor riil.

Sehingga dana yang masuk dari luar tersebut hanya menjadi hot money dimana jika kondisi dalam negeri bergejolak maka hot money tersebut dapat dengan mudah pergi ke luar negeri.

“Yang kita tidak punya bagaimana risiko menjadi uang masuk kita serap mengadopsi risiko. Kita enggak punya system. kita stagnan, dari DPK semua ngumpul di bank besar, di transaksi bursa, kita sibuk di pasar uang,” ujar Pengamat Pasar Modal, Yanwar Rizki, seusai acara Polemik Trijaya FM, di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (30/1/2010).

Dia menyatakan bahwa seharusnya Pemerintah dapat mencontoh beberapa negara yang berani memanfaatkan aliran hot money tersebut untuk menjalankan sektor riilnya.

Dicontohkannya, China yang memiliki lembaga yang memang ditugaskan untuk mencari hot money tersebut namun dana tersebut nantinya dialirkan dalam bentuk subsidi ke sektor-sektor tertentu.

“Di 2010, china memang sedang melakukan pengetatan likuiditas tapi untuk agriculture dan bisnis pedesaan diberikan subsidi oleh dia. Itu sebagai driving oleh pemerintah untuk menurunkan suku bunga sebagai salah satu factor biaya. Dinegara itu biaya produksi diperkirakan menurun untuk sektor yang menyerap TK terbesar,” ujarnya

Sementara itu, di negara-negara Eropa Pemerintah memberikan insentif pajak bagi bank yang memberikan kredit ke sektor unggulan yang ditetapkan pemerintah dan juga pemberian insentif pajak bagi perusahaan yang melakukan reinvestasi ke sektor rill. Hal tersebut lah yang seharusnya dilakukan Pemerintah untuk mengelola aliran hot money yang masuk tersebut agar tidak keluar dengan mudah.

“Pilih saja yang mana? kita nggaK ada apa-apa, cuma diam saja. Yang ada kalau indeks naik, kurs menguat ya jatuh,” pungkasnya.
sumber : okezone.com

Siapa Bilang Pacar Pebola Hidup Serbaenak?

0 komentar
Benar adanya bahwa harta tak bisa membeli kebahagiaan seseorang. Kekayaan yang dimiliki pemain sepak bola di Inggris pun tak otomatis membuat hidup pasangan mereka semudah seperti disangka orang.

Begitulah yang dirasakan Jessica Lawlor, kekasih gelandang Manchester City, Stephen Ireland. Saat ini wanita 24 tahun itu punya tiga anak Lawlor dari hubungannya dengan pria sebelum Ireland. Lawlor dan Ireland kini hidup serumah, tak jauh dari tempat tinggal pemain Manchester United, Wayne Rooney dan Wes Brown.

Kepada Lawlor, Ireland pernah memberikan sebuah mobil Bentley senilai 264.000 pounds atau lebih dari Rp 3,5 miliar. Gaji Ireland di City sebesar 50.000 pounds atau hampir Rp 750 juta per pekan. Sudah pasti, uang mengitari hidup mereka.

Meski demikian, Lawlor merasa hidupnya tak semudah seperti yang disangka banyak orang. Hidupnya sebagai pasangan pemain bola (WAG) sama saja dengan ibu-ibu lainnya. Uang tidak mengubah hal itu.

"Kurasa semua soal WAG (wife and girlfriend) agak konyol. Mereka pikir, jika kamu seorang pasangan (pemain bola), kamu tidak perlu berbuat apa pun atau hanya berbelanja sepanjang waktu dan itu sama sekali tidak benar," kata Mallow kepada Manchester Evening News.

"Hari-hariku dimulai pukul 07.00 mengantar ke sekolah, kami tak punya pengasuh, jadi ada tiga anak yang kuurus. Ketika orang melihat mobil dan rumah (kami), mereka bilang kamu hidup serbamudah, tapi setiap ibu tiga anak akan tahu bahwa itu bukan pekerjaan mudah. Uang tidak akan mengubahnya," tuturnya.

Lawlor yang berusia satu tahun di atas Ireland bertemu dengan kekasihnya itu di kampung halaman mereka di Cork. Lawlor pernah mengandung buah cintanya dengan Ireland pada 2007, tetapi kemudian kegugurauran.

sumber : kompas.com

Inilah 18 Pemain Timnas Futsal Indonesia

0 komentar
Tim Nasional Futsal Indonesia mengumumkan 18 nama pemain yang akan diikutsertakan dalam kualifikasa AFC Futsal Championship Zona ASEAN, di City Walk, Jakarta, Sabtu (30/1/2010).

Para penggawa timnas tersebut telah mengikuti pelatnas sejak 2 Januari 2010. Indonesia akan berhadapan dengan Myanmar dan Australia yang menghuni Grup A. Babak penyisihan akan digelar di Tenis Indoor Senayan 20-25 Februari. Timnas sendiri telah menjalani serangkain uji coba. Hasilnya, cukup memuaskan. Dari enam laga, mereka hanya sekali meraih hasil seri dan sisanya menang.

Pelatih timnas Futsal, Robby Hartono, mengatakan timnya menargetakan untuk lolos. "Setiap tim harus memilki target, dan itu harus setinggi-tingginya yaitu juara. Tetapi tentu saja untuk meraih target tersebut, harus dibutuhkan kerja keras dan usaha yang tinggi. Dari latihan dan beberapa uji coba yang pernah kami lakukan anak-anak selalu memberikan semangat yang bagus," ungkapnya.

Susunan pemain: Ade Lesmana, Hairul Saleh Ohorella, Muhamad Amril Daulay, Ali Haidar, Ahmad Surya Maulana, Deny Handoyo, Hendry Kurniawan, Beny Hera, Vennard Hutabarat, Indra Kurnia Purnomo, Jailani Ladjhanibi, Socrates Matulessy, Jefri Purba, Yos Adi Wicaksono, Sayan Karmadi, Alfiansyah Nur Arochman, Karismawan, Angga Surya Saputra

Manager: Darius Sinatrya
Pelatih: Robby Hartono

sumber : kompas.com