Minggu, 24 Januari 2010

Pusat Intelejen AS Waspadai Serangan Baru Osama

0 komentar
Osama bin Laden mengaku bertanggung jawab atas serangan bom terhadap pesawat Northwest Airlines di Bandara Detroit pada Natal, Desember silam. Itu dipublikasikan dalam sebuah pesan audio yang dirilis Minggu. Osama juga menyatakan bahwa serangan terhadap Amerika akan terus berlanjut.

Namun Amerika Serikat meragukan pernyataan itu karena menilai tidak ada indikasi keterkaitan antara Osama dengan serangan yang gagal tersebut. Klaim itu menurut Amerika muncul karena termotivasi oleh keinginan para pemimpin jaringan Al Qaeda untuk tetap mengendalikan teror.

"Mereka hanya menawarkan bimbingan strategis, dan semuanya bergantung pada afiliasi apakah mau melaksanakan bimbingan itu atau tidak. Dia (bin Laden) berusaha untuk terus muncul agar semua seperti relevan, " kata juru bicara Departemen Luar Negeri PJ Crowley.

Seperti diwartakan, pemuda asal Nigeria, Umar Farouk Abdulmutallab yang ditangkap setelah percobaan peledakan yang gagal itu mengaku dilatih dan diberi bahan peledak oleh Al Qaeda di Semenanjung Arab.

Dalam rekaman yang dirilis ke saluran berita Arab, Al Jazeera dan ditujukan kepada Obama itu, Osama mengatakan usaha yang ia lakukan baru-baru ini adalah pesan yang sama dengan ketika serangan 11 September.

"Pesan yang disampaikan prajurit Umar Farouk Abdulmutallab kepada Anda adalah konfirmasi sebelumnya atas pesan yang dikirim oleh para pahlawan 11 September, " katanya.

Osama mengancam akan terus menyerang AS jika mereka tidak memberikan kemerdekaan Palestina dan terus mendukung Israel. Pusat intelejen AS menilai pesan Osama itu seperti mengisyaratkan sesuatu, bahwa jika mereka tidak mengubah sikapnya, maka mereka dalam waktu dekat akan diserang.
sumber : kompas.com

0 komentar:

Posting Komentar